<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/IJCCD</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>UMSIDA Article Template 1 (Indonesian)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <article-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.21070/joincs.v3i0.823</article-id>
      <title-group>
        <article-title id="at-c1630e6f3565">Handwritten Image Segmentation Carakan Madura Based Projection And Connected Component Labeling</article-title>
        <trans-title-group>
          <trans-title>Segmentasi Citra Tulisan Tangan Carakan Madura Berbasis Proyeksi Dan Connected Component Labeling</trans-title>
        </trans-title-group>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author" corresp="yes">
          <name id="n-1d9df731030e">
            <surname>Farid</surname>
            <given-names>Miftah</given-names>
          </name>
          <email>faridtatang@gmail.com</email>
          <xref id="x-b7b159bbd20a" rid="a-90da52584b8f" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-bd8d02a96aeb">
            <surname>Santoso</surname>
            <given-names>Joan</given-names>
          </name>
          <email>joan@stts.edu</email>
          <xref id="x-28b161e71b2d" rid="a-90da52584b8f" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-4c3924d8c14d">
            <surname>Setyati</surname>
            <given-names>Endang</given-names>
          </name>
          <email>endang@stts.edu</email>
          <xref id="x-dfb18497a2b6" rid="a-90da52584b8f" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-90da52584b8f">
          <institution>Teknologi Informasi, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya</institution>
          <country country="ID">Indonesia</country>
        </aff>
      </contrib-group>
      <volume>4</volume>
      <fpage>1</fpage>
      <permissions>
        <copyright-year>2020</copyright-year>
      </permissions>
      <abstract id="abstract-df68af424a74">
        <title id="abstract-title-18987aa4471d">Abstract</title>
        <p id="paragraph-8e756bc2d705"> Many people do not understand about Carakan Madura because it is rarely used in daily life. There are many ways to keep Carakan Madura sustainable and not extinct, include the education, it means of Carakan Madura which is included in the local content education curriculum of Madura language so that students can learn about Carakan Madura properly and well so that students are not only knowing, but also understanding. For this reason, tools are needed so that students more understand the Carakan Madura. The purpose of this research is to segment the handwritten image of Carakan Madura using projection methods and connected component labeling. The projection method is used to limit the characters in a word. Meanwhile, the connected component labeling method is used to connect the characters that are close to each other because in Madura Carakan one object consist of several characters whose positions are sometimes above, below or beside of based character. In its development, this research can be used as a reference for character recognition. The results of this research can be concluded that the segmentation process carried out in Carakan Madura handwriting has been successfully carried out in the form of the composing characters of Carakan Madura with a segmentation suitability percentage of 79%. One effect of this percentage is caused by different writing distances. So a good way of writing is very influential in this segmentation.</p>
        <p id="p-961194f778c0"><bold id="s-4f35d71bb6af">Keywords-</bold> Segment; Carakan Madura; Based on Projection and Connected Component Labeling</p>
      </abstract>
      <abstract id="abstract-c3e82046e4d5">
        <title id="abstract-title-34446024b301">Abstrak</title>
        <p id="paragraph-3c589671af2a"> Banyak masyarakat yang belum paham tentang Carakan Madura akibat jarang di gunakan pada kehidupan sehari-hari. Berbagai macam cara agar Carakan Madura tetap lestari dan tidak punah, diantaranya melalui pendidikan dengan cara Carakan Madura dimasukkan pada kurikulum pendidikan muatan lokal Bahasa Madura sehingga siswa dapat belajar tentang Carakan Madura dengan benar dan baik sehinggga siswa bukan hanya sebatas mengetahui, tapi juga memahami. Untuk itu dibutuhkan alat bantu agar siswa dapat lebih mengerti tentang Carakan Madura. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan segmentasi pada citra tulisan tangan Carakan Madura menggunakan metode proyeksi dan connected component labeling. Metode proyeksi digunakan untuk membatasi perkarakter pada sebuah kata. Sedangkan metode connected component labeling digunakan untuk menghubungkan karakter-karakter yang saling berdekatan karena pada Carakan Madura  dalam satu objek dapat terdiri dari beberapa karakter yang posisinya terkadang berada di atas, dibawah atau disamping karakter dasarnya. Dalam pengembangannnya, penelitian ini bisa digunakan sebagai referensi untuk pengenalan aksara. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses segmentasi yang dilakukan pada tulisan tangan Carakan Madura telah berhasil dilakukan yang berupa karakter-karakter penyusun Carakan Madura dengan persentase kesesuaian segmentasi sebesar 79%. Salah satu pengaruh dari persentase ini disebabkan karena jarak penulisan yang berbeda-beda. Jadi cara penulisan yang baik sangat berpengaruh pada segmentasi ini.</p>
        <p id="p-18e29cfefd8a"><bold id="s-0f0f92cd9cf8">Kata kunci-</bold> Segmentasi;, Carakan Madura; Berbasis Proyeksi dan Connected Component Labeling</p>
        <p id="p-807106341312"/>
      </abstract>
      <kwd-group id="kg-3dfa539eb435">
        <title>Keywords</title>
        <kwd/>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-ece36d5dde0f">Pendahuluan</title>
      <p id="p-dc9e0244a7f7"> Carakan Madura merupakan identitas penting bagi masyarakat Madura. Hal ini harus dilestarikan agar tidak punah. Carakan Madura terdiri dari aksara ghajang, pangangguy sowara, pangangguy panyeghek, pangangguy panamba, pasangan dhampeng dan ghantongan, pacerrek dan ngalellet, rengkessan, aksara raja, pasangan aksara raja, aksara rekaan<xref id="x-ece27cdf4de2" rid="R87123920197355" ref-type="bibr">1</xref> . Bukan hal yang mudah dalam mempelajari Carakan Madura. Untuk itu di era digital saat ini diperlukan sarana agar orang dapat belajar Carakan Madura dengan mudah. Untuk itu pada bidang citra digital dibutuhkan handwriting recognition untuk mempermudah peserta didik dalam kegiatan belajar Carakan Madura. dengan cara melakukan pengenalan terhadap tulisan tangan Carakan Madura. Dalam proses pengenalan tulisan tersebut di butuhkan proses segmentasi atau pemisahan karakter pada citra tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian tentang segmentasi pada citra tulisan tangan Carakan Madura.</p>
      <p id="p-c264951e11e6">Carakan Madura dan aksara daerah lainnya hampir sama juga terdiri dari aksara dasar (aksara ghajang) atau konsonan dan aksara pasangan. Penelitian yang berkaitan dengan segmentasi tulisan tangan aksara daerah juga pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian sebelumnya meneliti tentang segmentasi pada aksara dasar saja yang hanya berada pada satu baris yang sejajar dan berjarak. Penulis mengembangkan pada Carakan Madura namun bukan pada aksara dasar saja tapi juga aksara-aksara pasangan lainnya. Aksara-aksara pasangan ini bisa berada diatas aksara dasar, dibawah aksara dasar dan disamping aksara dasar. Aksara dasar dan aksara pasangan yang saling berkaitan ini harus dapat dijadikan dalam satu segmen karena aksara dasar dan aksara pasangan ini jika digabungkan akan menimbulkan makna yang berbeda.</p>
      <p id="p-c19b14749be2">Tujuan dari penelitian ini untuk menyegmentasi Carakan Madura yang terdiri dari aksara dasar dan aksara pasangan. Segmentasi aksara dasar dan aksara pasangan lainnya tersebut menggunakan dua metode yaitu metode proyeksi dan <italic id="emphasis-1">connected component labeling.</italic> Metode proyeksi digunakan untuk menyegmentasi setiap aksara satu persatu. Metode proyeksi terdiri dari proyeksi vertikal dan proyeksi horisontal. Proyeksi vertikal digunakan untuk memisahkan karakter di sampingnya. Sedangkan proyeksi horisontal digunakan untuk memisahkan bagia atas dan bawah. Metode <italic id="emphasis-2">connected component labeling </italic> digunakan untuk menghubungkan karakter yang terdekat baik yang ada di atas, di bawah atau disamping aksara dasar sehingga makna dari Carakan Madura menjadi tepat.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-57bd401fe5b0">Metode Penelitian</title>
      <p id="t-f871fb360929">
        <bold id="s-6c39a9cce9f4">Data Citra</bold>
      </p>
      <p id="p-2af64bc73bdc">Penelitian ini menggunakan dataset tulisan siswa SMKN 1 Sumenep sebanyak 6 siswa. Setiap siswa menuliskan 25 kata Carakan Madura dengan total 150 kata. Setiap siswa menuliskan Carakan Madura pada selembar kertas putih bersih dengan menggunakan ballpoint warna hitam. Dalam pengambilan citra dilakukan dengan pemotretan pada selembar kertas tersebut. Kemudian dari hasil citra tersebut dipotong perkata menggunakan aplikasi pengolah gambar sehingga didapatkan potongan perkata Carakan Madura. Gambar potongan perkata tersebut yang digunakan sebagai input gambar pada penelitian ini. Adapun hasil tulisan tangan siswa pada penelitian ini bermacam-macam baik dari kemiringan dan jarak antar karakter.</p>
      <p id="p-d216e97da65d"/>
      <fig id="f-9c225fc8869d" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 1 </label>
        <caption id="c-3c702f4b2b40">
          <title id="t-5812fd853984">CitraTulisan Tangan Carakan Madura</title>
        </caption>
        <graphic id="g-6df77ce0f3de" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/212d3c8e-1869-40cf-bcf3-51f1cce1ab1d/image/15974a01-fe3c-4580-abb9-a7edbb03e330-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-ce725ad6747f">R<bold id="s-3b46c85340cc">ancangan Sistem</bold></p>
      <fig id="f-5ace8cb4a97d" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 2 </label>
        <caption id="c-5bd3598919da">
          <title id="t-c9c02e9f5f5a">RancanganSistem</title>
        </caption>
        <graphic id="g-c185adaf1bc3" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/212d3c8e-1869-40cf-bcf3-51f1cce1ab1d/image/c5ceba1a-25aa-484c-a000-80a3e2fd21ee-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-aa250ed1ba56">
        <bold id="s-9cd28f06825c">Input Citra Tulisan Tangan</bold>
      </p>
      <p id="p-aa2bd95e7592">Data yang diinputkan berupa citra tulisan tangan Carakan Madura yang terdiri dari aksara ghajang, pangangguy sowara, pangangguy panyeghek, pangangguy panamba, pasangan dhampeng dan ghantongan yang di tulis oleh siswa. Jenis aksara di Carakan Madura tersebut sangat bervariasi posisi antar hurufnya.</p>
      <fig id="f-5a69368bfebd" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 3 </label>
        <caption id="c-31ab39dbc286">
          <title id="t-83c88e31cca7">Contoh Citra Tulisan Tangan yang Di-input-kan</title>
        </caption>
        <graphic id="g-1464a794ca98" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/212d3c8e-1869-40cf-bcf3-51f1cce1ab1d/image/d052f697-781d-4199-8a56-44bf0c4b7742-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-f719b38f4fee">
        <bold id="s-726ab2f19660">Gray Scale</bold>
      </p>
      <p id="p-f22427f93879">Citra input diubah menjadi <italic id="e-a83ac137dfbb">grayscale</italic> untuk menghasilkan efek warna abu-abu. Pada tahap ini warna dinyatakan dengan intensitas berkisar antara 0 sampai dengan 255. Nilai 0 menyatakan hitam dan nilai 255 menyatakan warna putih<xref id="x-2fff7fbacf3d" rid="R87123920197353" ref-type="bibr">2</xref> .</p>
      <p id="p-ad819920bd3e">C<bold id="s-e7cc843bd1ed">ontrast Stretching</bold></p>
      <p id="p-79fa8cfa14f2">Kontras dari suatu citra dapat dipengaruhi oleh pencahayaan, bidang dinamika dari citra. <italic id="e-f4c9149c5344">Contrast stretching</italic> dapat diterapkan untuk mendapatkan citra baru dengan kontras yang lebih baik dari asalnya, yang artinya proses ini hanya tergantung nilai intensitas (<italic id="e-ea5541e8813f">gray level) </italic> satu piksel dan tidak tergantung pada piksel lain di sekitarnya. Proses dari <italic id="emphasis-3">contrast stretching </italic> dilakukan dengan menigkatkan bidang dinamika <italic id="emphasis-4">gray level</italic> pada citra yang akan diproses. Dengan kontras yang baik pada citra, dapat meningkatkan ketajaman warna obyek pada citra. Obyek yang terlihat jelas pada citra dapat membantu proses segmentasi citra<xref id="x-c729564fad30" rid="R87123920197349" ref-type="bibr">3</xref> .</p>
      <p id="p-a7ef9bbb9805">
        <bold id="s-7c26c61cecfd">Citra Biner</bold>
      </p>
      <p id="p-89a7cba5cb0c">Citra biner hanya mempunyai dua nilai derajat keabuan yaitu hitam yang bernilai 0 dan putih yang bernilai 1. Citra biner banyak dimanfaatkan untuk keperluan pengenalan angka, huruf maupun tanda tangan. Piksel-piksel objek bernilai 1 dan piksel-piksel latar belakang bernilai 0.</p>
      <p id="p-177c85075f4f">R<bold id="s-2203bf94db23">esize</bold> </p>
      <p id="p-7f5038e285c4"><italic id="e-32b5273c0952">Resize</italic> ini terdiri dari citra dan faktor penskalaan. Kemudian citra diskalakan. Faktor penskalaan yang dipakai adalah 0.5, maka setiap dua piksel pada gambar asli dipetakan ke satu nilai piksel pada gambar keluaran untuk kedua dimensinya.</p>
      <p id="p-422cdc9bec48">
        <bold id="s-ff1215876bf1">Imcomplemen</bold>
      </p>
      <p id="p-23856a61e7b0"><italic id="e-27a844eea624">Imcomplement </italic>atau citra negatif merupakan citra yang berkebalikan dengan citra asli. Transformasi citra negatif ini digunakan ketika terdapat bagian tertentu yang perlu di-<italic id="e-6b968f5faf80">enhance</italic> menjadi putih atau detail abu-abu yang menempel pada warna hitam, khususnya ketika daerah gelap menjadi ukuran yang sangat dominan. Selanjutnya dilakukan penyusunan kembali elemen citra dengan menaikkan kontras untuk mendapatkan citra dengan tingkat kecerahan lebih menajamkan objek dan mereduksi <italic id="e-30e7abd6ce23">background<xref id="x-819fe76b7fd0" rid="R87123920197351" ref-type="bibr">4</xref> </italic>.</p>
      <p id="p-15db12e52293">
        <bold id="s-1c12e3935e19">Thinning</bold>
      </p>
      <p id="p-773a6369bebe">Karakter tebal yang berupa piksel gelap diubah menjadi karakter tipis dengan menggunakan piksel terdekat untuk pada kisaran tertentu<xref id="x-cb5b9f58573b" rid="R87123920197350" ref-type="bibr">5</xref> . <italic id="e-60347e78a62d">Thinning</italic> merupakan operasi morfologi.</p>
      <p id="p-51f53790d7f4">
        <bold id="s-e9efce6f5d46">Skew Correction</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-1">Pada tulisan tangan siswa yang menggunakan kertas putih polos terkadang menyebabkan kemiringan pada tulisan. Untuk itu s<italic id="e-3faa09cf0a72">kew correction</italic> perlu dilakukan untuk megurangi kemiringan pada citra tersebut sehingga berpengaruh pada saat proses segmentasi. Deteksi kemiringan adalah langkah yang menentukan prosedur pengenalan<xref id="x-5e80eb24e66c" rid="R87123920197352" ref-type="bibr">6</xref> .</p>
      <p id="p-3c9e00f9bd64">
        <bold id="strong-1"/>
        <bold id="s-7ba43dac0e3f">Segmentasi</bold>
      </p>
      <p id="clipboard_property">Segmentasi teks tulisan tangan merupakan fase penting dalam analisis dokumen, pengenalan karakter dan banyak bidang lainnya<xref id="x-31f5b585f28f" rid="R87123920197356" ref-type="bibr">7</xref> . Segmentasi merupakan cara pemisahan karakter sebuah kata dan inilah bagian yang paling penting.Pada proses segmentasi dilakukan 2 tahap yaitu proyeksi dan <italic id="e-9c2a976737af">connected component labeling.</italic></p>
      <p id="p-f2d3f98a0424">a. Proyeksi</p>
      <p id="p-e3f0ef290b21">Proyeksi digunakan untukmenghasilkan batas-batas karakter. Proyeksi citra merupakan bentuk satu dimensi citra yang dihitung berdasarkan sumbu koordinat.</p>
      <p id="p-49f7d97dc895">Persamaan:</p>
      <p id="p-6fcb3dcaf1fe">
        <inline-formula id="if-934b3018d6c8"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>P</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>h</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>b</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo>∑</mml:mo><mml:mfrac><mml:mi>N</mml:mi><mml:mrow><mml:mi>j</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>|</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>b</mml:mi><mml:mi>j</mml:mi><mml:mo>,</mml:mo><mml:mi>k</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo></mml:math></inline-formula>
      </p>
      <p id="p-585a0c64a872"><inline-formula id="if-918f2c2064d2"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>P</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>v</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>k</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mstyle displaystyle="false"><mml:msubsup><mml:mo>∑</mml:mo><mml:mrow><mml:mi>j</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow><mml:mi>M</mml:mi></mml:msubsup></mml:mstyle><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>|</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>b</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi><mml:mo>,</mml:mo><mml:mi>k</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="paragraph-2">Keterangan:</p>
      <p id="paragraph-3">Dalam hal ini M adalah tinggi citra dan N adalah lebar citra. Definisi diatas menyatakan Proyeksi horizontal P<sub id="subscript-1">ver</sub>(b) adalah jumlah nilai piksel pada baris b citra. P<sub id="subscript-2">ver</sub>(K) adalah jumlah nilai piksel pada kolom k citra.</p>
      <p id="paragraph-4">Pseudocode:</p>
      <p id="paragraph-5">Masukan: F = Citra</p>
      <p id="paragraph-6">Keluaran:ProyHor = Proyeksi horizontal</p>
      <p id="paragraph-7"> ProyVer = Proyeksi vertikal</p>
      <p id="paragraph-8">[m,n] = size (F)</p>
      <p id="paragraph-9">ProyHor = zeros (m,1);</p>
      <p id="paragraph-10">ProyVer = zeros (n,1);</p>
      <p id="paragraph-11">for y=1 : m</p>
      <p id="paragraph-12"> for x=1 : n</p>
      <p id="paragraph-13"> ProyHor (y) = ProyHor (y)+F(y,x);</p>
      <p id="paragraph-14"> ProyVer (x) = ProyVer (x)+F(y,x)</p>
      <p id="paragraph-15"> End</p>
      <p id="p-274008af26de">end</p>
      <p id="p-edacb361d032"/>
      <p id="p-fa84ba522685">b. Connected Component labeling</p>
      <p id="p-7a895514399b"><italic id="e-cf413dcdc321">Connected Component Labeling</italic> (CCL) adalah metode untuk memberikan label unik ke setiap objek dalam sebuah gambar. Dengan memberi label pada setiap objek, citra diubah menjadi gambar simbolis dimana semua piksel termasuk setiap komponen yang terhubung diberi label uni<xref id="x-71dea8aad508" rid="R87123920197354" ref-type="bibr">8</xref> .</p>
      <p id="p-021f946759d5">Persamaan:</p>
      <p id="p-481ae2f79e96">
        <inline-formula id="if-9d4110c19bb9"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mtable columnalign="left"><mml:mtr><mml:mtd><mml:mi>B</mml:mi><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>x</mml:mi><mml:mo>,</mml:mo><mml:mi>y</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mfenced close="" open="{"><mml:mtable columnalign="left"><mml:mtr><mml:mtd><mml:mtable><mml:mtr><mml:mtd><mml:mn>0</mml:mn><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>b</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi></mml:mtd></mml:mtr><mml:mtr><mml:mtd><mml:mn>1</mml:mn><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>d</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi></mml:mtd></mml:mtr><mml:mtr><mml:mtd><mml:mn>2</mml:mn><mml:mo>,</mml:mo><mml:mn>3</mml:mn><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>L</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>b</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>b</mml:mi><mml:mi>j</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi></mml:mtd></mml:mtr></mml:mtable></mml:mtd></mml:mtr><mml:mtr><mml:mtd/></mml:mtr></mml:mtable></mml:mfenced></mml:mtd></mml:mtr><mml:mtr><mml:mtd/></mml:mtr><mml:mtr><mml:mtd/></mml:mtr></mml:mtable></mml:math></inline-formula>
      </p>
      <p id="p-06e661aff7d0">Keterangan:</p>
      <p id="p-8ab62be62dfd">Metode pelabelan dengan menggunakan <italic id="e-21867ed61171">Connected Component Labeling</italic> dapat dilakukan melalui langkah-langkah cek nilai pertama pada citra yang di-<italic id="e-f5e9a7822984">input</italic>-kan pada baris 1 kolom 1. Apabila nilai tersebut 0 (background), lewati dan pindah ke kolom selanjutnya pada baris yang sama. Apabila piksel bernilai 1, cek nilai piksel tetangganya. Apabila tetangganya belum terlabel, beri label pada piksel yang ditinjau dengan label 1. Jika memiliki satu tetangga terdekat yang sudah terlabel, beri label yang sama dengan dengan tetangga. Jika memiliki lebih dari satu tetangga terdekat dengan label berbeda, beri label menggunakan label terkecil dari tetangga-tetangga tersebut. Setiap selesai melakukan pelabelan dan bertemu kembali dengan <italic id="e-1a02473f39ea">background</italic>. Perbarui indeks label. Lakukan proses ini sampai keseluruhan baris dan kolom di cek.</p>
      <p id="p-fd9ce40908f4"/>
      <p id="p-71e964fd025f">Pseudocode:</p>
      <p id="p-509ce4ccb583">Masukan:</p>
      <p id="p-2b928ab35797">F (M,N): Citra Masukan berukuran M baris dan N kolom</p>
      <p id="p-c739607079d7">Keluaran: G (M.N): Hasil citra yang telah diberi label</p>
      <p id="p-31fda3b7f770">g &lt;- f</p>
      <p id="p-9a4120922a1a">Label &lt;- 2</p>
      <p id="p-d80fa2c28daf">FOR baris &lt;- 1 TO M</p>
      <p id="p-24087707ed30">  FOR kolom &lt;- 1 TO N</p>
      <p id="p-96ec671b1419"> IF g(naris,kolom) = 1</p>
      <p id="p-5ddd72f3501e"> banjiri(g, baris, kolom, label)</p>
      <p id="p-5587001e13eb"> label &lt;- +1</p>
      <p id="p-d6d3ba264d37"> END-IF</p>
      <p id="p-1c5f50803468"> END-FOR</p>
      <p id="p-a33307b87975">END-FOR</p>
      <p id="p-77a52f602e74">RETURN g</p>
      <p id="p-f16d3ac0fe2b"/>
      <p id="p-4ecfb0eca19e"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-c222877f38c4">Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="p-217172417142">Dataset yang digunakan sebanyak 6 siswa. Setiap siswa menulis sebanyak 25 kata Carakan Madura jadi total ada 150 kata.</p>
      <p id="p-6a14a96c6226"/>
      <fig id="f-9e9ed3a869ee" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 4 </label>
        <caption id="c-0abd600f5a94">
          <title id="t-a0d0be61625e">Citra Hasil Proses Dari Grayscale Sampai Segmentasi</title>
        </caption>
        <graphic id="g-0e88e76ca9cb" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/212d3c8e-1869-40cf-bcf3-51f1cce1ab1d/image/38527233-9dd6-47fb-aa90-f29e5dc2c648-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-2f637a0f91d0"/>
      <fig id="f-f70211391db6" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 5 </label>
        <caption id="c-0a873d960519">
          <title id="t-2c63dd51f640">Hasil Segmentasi</title>
        </caption>
        <graphic id="g-32742c9819b4" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/212d3c8e-1869-40cf-bcf3-51f1cce1ab1d/image/c27b22ce-7a44-448b-8ca5-41d6e6a98050-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-09c763c4c5d2">Jadi pada penelitian ini 1 kata berisi beberapa segmen (kotak merah). ada 1 segmen yg berisi beberapa karakter karena karaktertersebut berpasangan berada diatas atau dibawah karakter lainnya. Contoh pada Gambar 5 terdiri dari 3 segmen (kotak merah). segmen pertama berisi 1 karakter, segmen kedua berisi 1 karakter, segmen ketiga berisi dua karakter.</p>
      <fig id="f-77550ae07abc" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 6 </label>
        <caption id="c-7ef2935477c1">
          <title id="t-1c3f8065bd30">Segmen-segmendalam 1 kata</title>
        </caption>
        <graphic id="g-0ac7a5bdc671" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/212d3c8e-1869-40cf-bcf3-51f1cce1ab1d/image/88a373b0-9e98-4865-b217-2354768a51de-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-7fbe86b78384"/>
      <table-wrap id="tw-bc77b0345be4" orientation="portrait">
        <label>Table 1</label>
        <caption id="c-eacfa12d08c9">
          <title id="t-ba9d1cf56c56">Hasil Kesesuaian Segmentasi</title>
        </caption>
        <table id="table-1" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-1">
            <tr id="table-row-1">
              <td id="table-cell-1" rowspan="2" align="left">Siswa</td>
              <td id="table-cell-2" colspan="2" align="left">Kesesuaian Segmentasi per-kata</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2">
              <td id="table-cell-3" align="left">Sesuai</td>
              <td id="table-cell-4" align="left">Tidak Sesuai</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3">
              <td id="table-cell-5" align="left">Ke-1</td>
              <td id="table-cell-6" align="left">19</td>
              <td id="table-cell-7" align="left">6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4">
              <td id="table-cell-8" align="left">Ke-2</td>
              <td id="table-cell-9" align="left">22</td>
              <td id="table-cell-10" align="left">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5">
              <td id="table-cell-11" align="left">Ke-3</td>
              <td id="table-cell-12" align="left">11</td>
              <td id="table-cell-13" align="left">14</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6">
              <td id="table-cell-14" align="left">Ke-4</td>
              <td id="table-cell-15" align="left">23</td>
              <td id="table-cell-16" align="left">2</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7">
              <td id="table-cell-17" align="left">Ke-5</td>
              <td id="table-cell-18" align="left">24</td>
              <td id="table-cell-19" align="left">1</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8">
              <td id="table-cell-20" align="left">Ke-6</td>
              <td id="table-cell-21" align="left">20</td>
              <td id="table-cell-22" align="left">5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9">
              <td id="table-cell-23" align="left">Total</td>
              <td id="table-cell-24" align="left">119</td>
              <td id="table-cell-25" align="left">31</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="p-57608abb065b">Total jumlah kata yang ditulis oleh siswa ada 150 kata. Yang sesuai segmentasinya ada 119 kata. Persentase hasil keseuaian segmentasi:</p>
      <p id="p-097adb9199c7">(hasil yg sesuai/jumlah kata) x 100 = Hasil</p>
      <p id="p-0e0c3d0994ec">(119/150) x 100 = 79%</p>
      <p id="p-80ef84e6be96">Dari hasil kesesuaian segmentasi yang ditulis oleh siswa dapat diketahui bahwa hasil 79%.</p>
      <p id="p-3e3648c2e8b3"> </p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-62e4d9851d86">Kesimpulan</title>
      <p id="p-dbd8923380b1">Pada paper ini telah dibahas penerapan metode proyeksi dan connected component labeling pada segmentasi citra tulisan tangan Carakan Madura. Dari Hasil pengujian dapat diterapkan metode proyeksi dan connected component labeling untuk menyegmentasi tulisan tangan Carakan Madura menggunakan matlab. Dapat dilihat penelitian ini dapat menyegmentasi antara aksara dasar dengan aksara dasar dan aksara dasar dapat bergabung dalam satu segmen dengan aksara pasangannya. Hal tersebut dapat dilihat pada enam tulisan tangan siswa. lima siswa diantaranya yaitu siswa ke-1, ke-2, ke-4, ke-5 ke-6 memiliki kesesuaian segmentasi yang lebih tinggi. Cara penulisan Carakan Madura yang baik juga berpengaruh pada hasil segmentasi karena jarak perkarakter aksara dasar dengan aksara dasar dan aksara dasar dengan aksara pasangannya juga sangat menentukan hasil segmentasi.</p>
      <p id="p-e1942b8c99bb"> </p>
      <p id="p-6873b14e8f16"> </p>
      <p id="p-bdb61a7880fc"> </p>
      <p id="p-26035261e945"> </p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ref-list>
      <title>References</title>
      <ref id="R87123920197355">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Bastari</surname>
              <given-names>Y. Ika</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fiandarti</surname>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <name>
              <given-names>Kosa Kata Bahasa Madura Lengkap. Karya Simpati Mandiri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <year>2009</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R87123920197353">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kadir</surname>
              <given-names>A</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Susanto</surname>
              <given-names>A</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Teori dan Aplikasi Pengolahan Citra</source>
          <publisher-name>ANDI</publisher-name>
          <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
          <year>2013</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R87123920197349">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dwi Putra Asana</surname>
              <given-names>I Made</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Oka Widyantara</surname>
              <given-names>I Made</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wirastuti</surname>
              <given-names>N.M.A.E.D</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Adnyana</surname>
              <given-names>Ida Bagus Putu</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Metode Contrast Stretching untuk Perbaikan Kualitas Citra pada Proses Segmentasi Video</article-title>
          <source>Majalah Ilmiah Teknologi Elektro</source>
          <year>2017</year>
          <volume>16</volume>
          <issue>2</issue>
          <fpage>1</fpage>
          <lpage>1</lpage>
          <issn>1693-2951, 2503-2372</issn>
          <object-id pub-id-type="doi">10.24843/mite.2017.v16i02p01</object-id>
          <publisher-name>Universitas Udayana</publisher-name>
          <uri>https://dx.doi.org/10.24843/mite.2017.v16i02p01</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R87123920197351">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Suleman</surname>
              <given-names>S</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Identifikasi Jumlah Bibit Bandeng Menggunakan Metode K-Means Berbasis HSV Color dan Morfologi</article-title>
          <source>J. Teknol. Inf. Indones</source>
          <year>2019</year>
          <volume>2</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>27</fpage>
          <lpage>32</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R87123920197350">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Vellingiriraj</surname>
              <given-names>E K</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Balamurugan</surname>
              <given-names>M</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Balasubramanie</surname>
              <given-names>P</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Information extraction and text mining of Ancient Vattezhuthu characters in historical documents using image zoning</article-title>
          <source>Proc. 2016 Int. Conf. Asian Lang. Process. IALP 2016</source>
          <year>2017</year>
          <fpage>37</fpage>
          <lpage>40</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R87123920197352">
        <element-citation publication-type="misc">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Francis</surname>
              <given-names>S</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Neural Network And Hidden Markov Model</source>
          <year>2017</year>
          <fpage>595</fpage>
          <lpage>598</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R87123920197356">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dave</surname>
              <given-names>N</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Segmentation Methods for Hand Written Character Recognition</article-title>
          <source>Int. J. Signal Process. Image Process. Pattern Recognit</source>
          <year>2015</year>
          <volume>8</volume>
          <issue>4</issue>
          <fpage>155</fpage>
          <lpage>164</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R87123920197354">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Firdaus</surname>
              <given-names>F I</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Khumaini</surname>
              <given-names>A</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Utaminingrum</surname>
              <given-names>F</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Arabic letter segmentation using modified connected component labeling</article-title>
          <source>Proc. - 2017 Int. Conf. Sustain. Inf. Eng. Technol. SIET 2017</source>
          <year>2018</year>
          <volume>2018</volume>
          <fpage>392</fpage>
          <lpage>397</lpage>
          <publisher-name>Janua</publisher-name>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
